SketsaNusantara.id - Berbicara tentang bendungan di Malang tentunya yang sering terdengar adalah bendungan Karangkates dan Bendungan Sutami.
Tapi ternyata terdapat bendungan yang lebih tua dari 2 bendungan itu loh, yakni bendungan Selorejo yang telah beroperasi sejak 1973.
Bendungan ini secara administratif terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website Dirjen EBTKE, Bendungan Selorejo dibangun tahun 1970 dan mulai beroperasi sejak 24 Juli 1973 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto.
Bendungan Selorejo membendung aliran Sungai Konto, serta mata air dari Gunung Anjasmoro dan Gunung Argowayan.
Pembangunan bendungan ini diinisiasi oleh Dinas Pengairan Jatim dan kemudian oleh Menteri Pekerjaan Umum Ir. Sutami.
Bendungan ini dibangun untuk sarana irigasi lahan pertanian seluas 5.700 hektar di 3 kabupaten serta untuk pembangkit listrik dengan kapasitas 4,5 Mega Watt (MW).
Bendungan Selorejo dibangun dengan dana rampasan perang dari Jepang, dengan total sekitar 5,397 milyar Yen.
Struktur bendungan dirancang oleh Nippon Koei, dengan suplai mesin, baja, hingga peralatan didatangkan dari Jepang.
Untuk pembangunan bendungan pembantu dan terowongan pengelak dilakukan oleh Waskita Karya.
Dan bendungan utama dilaksanakan oleh pemerintah melalui program Proyek Brantas yang dicetuskan oleh Ir. Sutami.
Bendungan Selorejo merupakan bendungan bertipe urugan dan dibangun dengan teknik grouting yang berfungsi mencegah kebocoran.
Tinggi bendungannya mencapai 49 m dengan panjang 450 m, dan memiliki kapasitas penuh 62.300.000 m^3, serta kapasitas aktif 54.600.000 m^3.