Desain arsitektur di kompleks pemakaman Sunan Drajat dan keluarganya ini tampak seperti candi yang menampilkan perpaduan antara budaya Hindu-Budha dan Islam.
Bagian dalam bangunan komplek makam ini terdiri dari tidak bagian yaitu bagian depan, tengah dan belakang.
Dibagian depan merupakan makam dari para kerabat Sunan Drajat. Sedangkan ditengah merupakan makam tiga putra Sunan Drajat dan menantunya.
Sedangkan pada bagian belakang merupakan makan Sunan Drajat dan istrinya.
Makam Sunan Drajat dapat diakses dengan mudah dari pusat Kota Lamongan. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti bus untuk mencapai kawasan ini.
Baca Juga: Gara-Gara Semangka, Syekh Siti Jenar Pernah Dibawa Sunan Kalijaga Bergabung dengan Wali Songo
Hingga saat ini makam Sunan Drajat yang merupakan putra dari Sunan Ampel dan saudara dari Sunan Bonang itu selalu ramai oleh pengunjung.
Tentu saja hal itu dikarenakan pengaruhnya yang besar dalam jajaran wali songo, ia menyebarkan ajaran Islam seperti beberapa wali lainnya melalui pendekatan budaya yang halus, seperti melalui seni pertunjukan dan cerita rakyat.
Salah satu kontribusinya yang terkenal adalah seni Kentrung, sebuah alat musik tradisional yang digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai Islam.
Selain menyebarkan agama Islam, Sunan Drajat juga berperan dalam mengembangkan perekonomian di wilayah Lamongan. Ia mendorong masyarakat untuk menjadi wirausahawan dan mengajarkan prinsip-prinsip ekonomi Islam.***