Tak ada salahnya jika kalian mengenal salah satu kuliner yang konon sudah ada sejak zaman Wali Songo.
Kuliner yang sedang dibahas ini dikenal dengan nama intip ketan. Merupakan sajian tradisional yang sampai saat ini masih banyak penggemarnya.
Apalagi warga Kudus yang sudah menunggu sajian ini dijual setiap satu tahun sekali. Inilah keunikan intip ketan.
Intip ketan hanya ada pada saat tradisi Dandangan. Merupakan suatu tradisi yang diadakan setiap satu tahun sekali jelang Ramadhan.
Saat itu, tidak jarang warga Kudus ramai menjual intip ketan sebagai kuliner yang ada setiap satu tahun sekali.
Pembuatan kuliner favorit Sunan Kudus ini masih menggunakan peralatan tradisional. Bahan utamanya adalah menggunakan beras ketan.
Beras ketan di atas dicampur dengan parutan kelapa. Kemudian dipanaskan di atas cobek tanah.
Dipanaskan menggunakan tungku api yang tentunya juga masih tradisional. Lalu ketan dibuat bentuk pipih dan ditaburi gula pasir di atasnya.
Intip ketan itu akan berwarna sedikit cokelat pada permukaan dan hitam di dasarnya ketika sudah matang.
Warna itu sama dengan kerak nasi yang gosong. Jika dalam Bahasa Jawa berarti santapan intip.
Baca Juga: Kesukaan Sunan Kudus Nih, Gak Cuma Nasi Jangkrik, Ada Kuliner Paling Unik Tanpa Sendok?
Jajanan ini akhirnya dibungkus dengan daun pisang. Rasanya enak dan gurih, tak kalah dengan kudapan kekinian lainnya.