SketsaNusantara.id - Kisah-kisah Sunan Muria tak henti-hentinya memukau masyarakat terutama karomah dari peninggalan-peninggalannya yang terus memberikan manfaat hingga saat ini.
Dikenal sebagai pendakwah agama Islam, Sunan Muria merupakan putra sulung dari Sunan Kalijaga, salah satu tokoh Wali Songo yang kisahnya kerap menjadi sorotan masyarakat Jawa.
Sunan Muria memiliki nama asli Raden Umar Said. Ia mendapat gelar Sunan Muria dari masyarakat karena memiliki pesantren yang menjadi tempat peristirahatannya di bukit Gunung Muria, yang terletak di wilayah Kudus, Jawa Tengah.
Sunan Muria merupakan Wali Songo termuda yang menyebarkan Islam di tanah Jawa pada abad ke-15. Sama seperti ayahnya, Sunan Muria berdakwah dengan memberikan nuansa islam pada tradisi kebudayaan di masyarakat.
Sosoknya yang sederhana, dermawan dan mudah bergaul dengan warga menjadikan Sunan Muria dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Selain itu, Sunan Muria yang terpilih menjadi waliyullah dan menyampaikan kebenaran ajaran agama islam juga mendapatkan karomah dari Allah SWT.
Karomah merupakan suatu keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada Wali Songo berupa kemampuan di luar nalar yang tidak didapatkan manusia lain selain hamba terpilih yang dicintai-Nya.
Karomah wali songo, termasuk yang dilimpahkan kepada Sunan Muria merupakan kemuliaan yang ternyata masih bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga saat ini.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Jelajah Islam, terdapat beberapa karomah atau keistimewaan Sunan Muria yang sampai sekarang masih memberikan manfaat untuk masyarakat di Kudus dan sekitarnya.
Salah satu karomahnya adalah pelana kuda peninggalan Sunan Muria yang digunakan masyarakat untuk meminta hujan saat wilayahnya mengalami kekeringan.
Masyarakat melakukan tradisi guyang cekathak yakni memandikan pelana kuda peninggalan Sunan Muria yang dilakukan pada musim kemarau sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
Tradisi ini dilakukan dengan cara membawa pelana kuda dari masjid Muria ke sumber air Sedang Rejoso di Bukit Gunung Muria.