SketsaNusantara.id - Lemah Abang merupakan nama hunian yang dinisbatkan pada sosok Syekh Siti Jenar, seorang tokoh kontroversial saat masa penyebaran Islam di tanah Jawa.
Secara harfiah, nama Siti Jenar dalam bahasa Jawa berarti tanah (siti) merah (jenar).
Jadi, wajar sekali jika penamaan sejumlah daerah Lemah Abang dilekatkan pada warisan tokoh yang bernama asli Syekh Datuk Abdul Jali ini.
Baca Juga: Bukan akibat Ajaran Sesat, Syekh Siti Jenar Dihukum Mati karena Alasan yang Diungkap Sunan Giri
Lalu, apa yang dimaksud sebagai Lemah Abang?
Dalam buku Atlas Wali Songo (2014), KH Agus Sunyoto menyebut wilayah-wilayah tersebut sebagai komunitas hunian yang berbentuk padukuhan dan dibentuk oleh para pengikut Syekh Siti Jenar.
Bahkan, wilayah-wilayah bernama Lemah Abang cenderung dianggap sebagai pusat gerakan dakwah Islam yang progresif.
Baca Juga: 5 Makam Syekh Siti Jenar dari Cirebon hingga Tuban, Mana yang Benar?
Sifat dakwah Islam yang progresif dari Syekh Siti Jenar tak lepas dari ajaran yang disebut-sebut membuatnya dijatuhi hukuman mati oleh Wali Songo.
Ajarannya sering kali dikaitkan dengan pembebasan sosial, yakni kritik terhadap ketidakadilan sosial.
Ia juga mengajarkan kesetaraan dan menentang sistem feodal yang menindas rakyat jelata.
Pandangan-pandangan tersebut dianggap progresif karena menawarkan pendekatan yang lebih terbuka, inklusif, dan kritis.
Ajaran-ajaran ini juga menunjukkan keberanian dalam menantang struktur sosial dan keagamaan yang mapan.