SketsaNusantara.id – Nusantara sejak dulu kala sudah dikenal memiliki pejuang-pejuang tangguh dan militan, tidak hanya pejuang pria, namun juga pejuang wanita.
Tersebutlah seorang wanita yang berasal dari bumi Nangro Aceh Darussalam bernama Keumalahayati atau nantinya akan lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati.
Laksamana Hayati merupakan perempuan pertama Aceh bahkan dunia yang gagah berani melawan penjajah di bumi Rencong Aceh.
Terlahir sebagai perempuan, tak membuat Laksamana Hayati alami keterbatasan dalam melakukan banyak hal untuk rakyatnya, hingga ia menjelma menjadi tokoh perempuan hebat seperti yang dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Angelic Vaulina.
Latar belakang Laksamana Malahayati
Laksamana Hayati terlahir dengan nama Keumalahayati pada tahun 1550 di Aceh besar yang saat itu merupakan kesultanan Aceh.
Ia terlahir dalam keluarga yang luar biasa karena mulai dari kekek hingga ayahnya merupakan seorang laksamana atau panglima perang di laut.
Baca Juga: Rasakan Berendam di Kolam ala Kerajaan Mataram Kuno: Berada di Magelang, Candi Apakah Itu?
Kakek buyutnya merupakan pendiri kesultanan Aceh Darussalam, yakni Sultan Salahuddin Syah yang memerintah pada tahun 1530-1539.
Sejak kecil, Keumalahayati tak seperti anak perempuan lainnya, ia tak suka berdandan namun lebih gemar bermain di laut dan bertarung yang ternyata hobi menurun dari sang ayah Laksamana Mahmud Syah yang merupakan seorang panglima angkatan laut kesultanan Aceh.
Untuk itu ketika menginjak remaja, Keumalahayati mengikuti pendidikan di Akademi Militer Mahad Baitul Maqdis yang merupakan akademi militer pada kesultanan Aceh Darussalam.
Di Baitul Maqdis, Keumalahayati yang merupakan perempuan bangsawan dilatih langsung oleh pelatih dari Turki yang langsung datang ke Aceh. Disini pula akhirnya Malahayati bertemu jodohnya Laksamana Tuanku Mahmuddin Bin Said Al Latief.