SketsaNusantara.id - Masjid Raya Baiturrahman, yang mengukir sejarah kebanggaan bagi Aceh, bukan hanya sebuah bangunan bersejarah tetapi sebuah cermin dari ketangguhan dan keagungan budaya Islam di wilayah ini.
Dibangun pada tahun 1022 H/1612 M di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam.
Masjid ini tak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat pendidikan Islam yang menginspirasi dari dulu hingga sekarang.
Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Bale Buku Bekas, di masa lalu, ketika Aceh berjuang melawan penjajah Belanda, Masjid Raya Baiturrahman berdiri sebagai simbol perlawanan yang gagah berani.
Dalam pertempuran yang menggetarkan, masjid ini bukan hanya melindungi spiritual tetapi juga fisik rakyat Aceh.
Dengan menghadapi serangan Belanda dan memenangkan pertempuran penting.
Ketika Belanda menghancurkan masjid ini dalam upaya kedua mereka, mereka tidak hanya meruntuhkan bangunan fisik tetapi juga membangkitkan semangat perlawanan yang semakin membara di kalangan rakyat.
Dengan bangunan baru yang diinisiasi pada tahun 1296 H/1879 M, masjid ini bangkit kembali dengan gaya arsitektur Moghul yang megah.
Menggambarkan ketahanan dan keindahan yang tak terbantahkan.