Pesantren ini didirikan pada Tahun 1487 M. Adapun dalam semasa hidupnya, ia sempat mengalami kejadian cukup unik.
Saat itu datang seorang perempuan yang berkeluh kesah kepadanya. Perempuan itu berasal dari Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Sunan Gresik memberikan solusi agar ia menjual desanya. Rupanya bukan menjual Desa Roomo itu sendiri.
Yakni menjual sesuatu atas nama desa tersebut. Perempuan itu akhirnya meracik masakan dengan bumbu seadanya.
Itulah asal usul nasi atau lontong roomo. Kuliner khas Gresik yang sampai sekarang masih eksis di tengah gempuran sajian kekinian.
Ciri khas dari kuliner ini adalah bungkusnya yang terbuat dari daun pisang pincuk dan menggunakan batang lidi.
Disajikan dengan bubur halus menggunakan bumbu bawang, cabe besar, lengkuas, dan kunyit.
Mengutip dari tayangan YouTube Yusuf Farda Channel, salah satu gerai yang menjual kuliner ini adalah milik Hj. Nur Jannah.
Gerai legendaris yang sampai saat ini sudah ada di generasi ketiga. Lokasinya ada di Jalan Kh. Hasyim Asy'ari, depan Toko Ladju Gresik.
Meski kuliner ini sudah ada sejak zaman dahulu. Namun sampai saat ini masih menjadi jujugan menu sarapan warga Gresik.
Biasanya lotong roomo ini memang dijadikan sajian sarapan yang diburu sejak pukul 06.00 WIB.