Sempat ragu dan mengira air yang keluar dari tongkat Sunan Bonang beracun dan mematikan, akhirnya Brahmana menepisnya pelan-pelan dan ikut meminumnya juga.
Singkat cerita, kitab-kitab yang dibawa Brahmana yang baru saja tenggelam di dasar laut tadi muncul kembali bersamaan dengan keluarnya air.
Meski berada di tepi pantai air dari tongkat Sunan Bonang sangatlah segar dan mengenyangkan.
Melihat keanehan demi keanehan Brahmana Sakyakirti makin penasaran dengan sosok laki-laki berjubah putih tersebut.
Spontan dia bertanya 'dimanakah saya terdampar saat ini? apa nama laut ini ya tuanku?'
Sunan Bonang dengan santai menjawab 'kalian berada di Pantai Tuban,"
Mendengar jawaban Sunan Bonang, Pendeta Brahmana Sakyakirti langsung tersungkur berlutut dan mohon ampun kepada Sunan Bonang.
Saa itulah si sombong Brahmana Sakyakirti yang semula ingin mendebat dan adu kekuatan untuk menghancurkan Sunan Bonang mengaku kalah sebelum perang.
Akhirnya Brahmana Sakyakirti dan seluruh muridnya mengabdikan diri sebagai murid Sunan Bonang.***