Dengan jumlah sekitar 100.000 orang, mereka mengklaim sebagai keturunan Majapahit dan mayoritas menganut agama Hindu.
Masyarakat Tengger kaya dengan adat dan tradisi yang sudah ada sejak zaman Majapahit, berbeda dari kebudayaan Mataram Islam yang mempengaruhi sebagian besar orang Jawa lainnya.
3. Suku Samin (Wong Sikep)
Suku Samin atau Wong Sikep adalah keturunan pengikut Raden Samin Surosentiko, tokoh perlawanan non-kekerasan terhadap penjajah Belanda.
Baca Juga: Siapa Sangka Wali Songo Asal Jawa Timur Ini Memiliki 4 Makam di Lokasi Berbeda, Mengapa?!
Mereka tersebar di wilayah Blora dan Bojonegoro, serta Pegunungan Kendeng Utara di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Masyarakat Samin dikenal lugu, menolak membayar pajak, dan sangat peduli pada kelestarian lingkungan hidup. Mayoritas bekerja sebagai petani dan beragama Islam.
4. Penginyongan (Ngapak)
Masyarakat Penginyongan atau Ngapak tinggal di sekitar Gunung Slamet, Jawa Tengah, meliputi Tegal, Brebes, Pemalang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, dan Pekalongan.
Logat Ngapak mereka sangat khas dengan karakter yang egaliter.
Bahasa Jawa Ngapak mereka tetap menggunakan akhiran vokal "a" bukan "o". Mereka dikenal patuh pada para Kiai dan ulama.
5. Cirebon Dermayon
Masyarakat Cirebon Dermayon tinggal di pantura Jawa Barat, termasuk Cirebon, Indramayu, Majalengka, Subang, Purwakarta, dan Karawang.