SketsaNusantara.id - Masjid Agung Demak merupakan salah satu warisan kerajaan Islam yang pernah berjaya di bumi Nusantara.
Lokasi salah satu masjid tertua Indonesia ini berada di pusat Kota Demak, Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Jalan Sultan Fatah, Kelurahan Bintoro/Kauman, Kecamatan Demak. Bila menempuh perjalanan dari Kota Semarang, jaraknya kira-kira 26 KM.
Masjid ini memiliki ciri yang sangat kuat, yakni dari arsitekturnya yang khas Jawa. Wujudnya yang ikonis itu seolah melambangkan kesederhanaan, kebijaksanaan, sekaligus toleransi yang kuat di masyarakatnya.
Masjid ini didirikan oleh Raden Patah, sultan pertama dari Kesultanan Demak, sekaligus menjadi titik berkumpul para wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Karakteristik & Mitos Masjid Agung Peninggalan Kerajaan Islam di Jawa karya Fairuz Sabiq, terbitan Penerbit Adab (2021), bangunan masjid ini merupakan konsep akulturasi budaya dan media dakwah yang digunakan oleh para sunan saat pembangunannya.
Disebutkan pula bahwa masjid ini merupakan model percontohan pada masjid-masjid kuno di abad 16 dan 17 di Jawa.
Yang sering jadi pertanyaan dari masyarakat awam adalah di mana letak bangunan keraton Kesultanan Demak?
Masjidnya memang utuh, tapi hingga sekarang belum ada temuan sisa-sisa peninggalan bangunan keraton Demak.
Para arkeolog menduga bangunan tersebut sengaja dihancurkan akibat faktor politik di wilayah utara Jawa Tengah di abad 15 dan 16.
Dugaan lain mengarah pada praktik adu domba dari penjajah Belanda sehigga terjadi konflik yang berujung pada pembumihangusan bangunan keraton.
Fairuz Sabiq dalam buku yang sama menuliskan bahwa saat ini bangunan keraton Demak memang tidak ditemukan.