Berbeda dengan suaminya, justru Nyi Undi ingin hidup berkecukupan, makan minum enak hingga berpakaian bagus.
Suatu hari Nyi Undi meminta suaminya untuk membelikan kain (selendang), kala itu Sunan Kalijaga tidak memiliki uang sepeserpun.
Kemudian Sunan Kalijaga berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan untuk membelikan istrinya kain yang diinginkan.
Doa Sunan Kalijaga diijabah Allah, dibelilah kain tersebut, namun respon mengejutkan justru diberikan Nyi Undi kepada suaminya.
Dari yang semula ingin satu helai kain saja, Nyi Undi kembali merajuk ke Sunan Kalijaga untuk membelikannya lagi.
Sunan Kalijaga marah dan kesal atas sikap istrinya yang dinilai hanya menuruti hawa nafsu.
Dikisahkan kembali, suatu hari Sunan Kalijaga kedatangan tamu dari Mataram.
Untuk memuliakan tamunya, Sunan Kalijaga meminta sang istri untuk menyediakan hidangan.
Nyi Undi membantah perintah sang suami sembari berkata "Bagaimana mungkin ada kecipir dan kacang, baru saja ditanam kemarin siang apa yang mau dipetik?"
Sunan Kalijaga kesal karena perintahnya sering kali dibantah Nyi Undi.
Meski demikian Nyi Undi tetap melakukan perintah suami dan terkejut ketika mendapati di kebun belakang rumah kecipir dan kacang sudah berbuah lebat dan siap panen.
Kehidupan rumah tangga Sunan Kalijaga dan Nyi Undi dinilai tidak sejalan lagi.
Perbedaan prinsip serta sifat Nyi Undi yang suka menuntut suami menjadi salah satu faktor retaknya rumah tangga keduanya.