SketsaNusantara.id - Runtuhnya kerajaan Majapahit disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya serangan yang dilakukan oleh Kerajaan Demak.
Berdasarkan buku-buku pelajaran sejarah yang banyak beredar, disebutkan bahwa Raden Patah, Raja Demak pertamalah yang menyerang Majapahit.
Padahal, Raden Patah masih merupakan keturunan langsung Raja Majapahit.
Menurut Historiograf Jawa, Raden Patah adalah anak dari Prabu Brawijaya yang berkuasa pada 1447-1451 Masehi.
Menurut Carita Purwaka Caruban Nagari, Raden Patah adalah anak dari selir Prabu Brawijaya, Siu Ban Ci yang merupakan keturunan Tionghoa muslim.
Hingga akhirnya lahir doktrin Raden Patah merupakan anak durhaka yang menyerang kerajaan ayahnya sendiri.
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Dikutip dari buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto, Cap Raden Patah anak durhaka lahir lantaran menyerang kerajaan ayahnya yang bukan pemeluk agama Islam.
Walau begitu, sejumlah sumber menyebutkan bahwa bukan Raden Patah yang menyerang kerajaan Majapahit.
Pasalnya, setelah Raden Patah wafat, kerajaan Majapahit masih berdiri dan memiliki sekitar 100ribu prajurit.
Hal ini diungkap dalam catatan Tome Pieres, orang Portugis yang datang ke Jawa pada tahun 1513 Masehi.