SketsaNusantara.id - Hampir di semua buku sejarah menyebutkan bahwa kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa adalah Kesultanan Demak.
Hingga saat ini, doktrin Kesultanan Demak adalah kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa masih diyakini banyak orang.
Sumber-sumber populer yang beredar di masyarakat menyebutkan Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Patah yang merupakan putra Brawijaya V, Raja Majapahit, sekitar akhir abad ke-15.
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Namun benarkah Kesultanan Demak merupakan kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa?
Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto, rupanya Kesultanan Demak bukanlah kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa.
Berdasarkan penemuan sisa-sisa artefak dan ideofak yang bisa dilacak, ditemukan fakta bahwa kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa dimulai dari Lumajang, lalu Surabaya, Tuban, Giri hingga akhirnya Demak.
Hal ini diperkuat juga dengan penemuan Situs Biting yang berada di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Jawa Timur.
Berdasarkan hasil penelitian, Situs Biting ini diperkirakan sebagai peninggalan kerajaan Lumajang, kerajaan Islam tertua di Pulau Jawa.
Diperkirakan keislaman Lumajang menunjukkan kurun waktu sekitar abad ke-12 M saat kerajaan Singosari dipimpin Sri Kertanegara.
Situs ini pertama kali diteliti oleh peneliti A. Muhlenfeld tahun 1920 namun tidak dipubikasikan.