SketsaNusantara.id - Suku Baduy tetap mempertahankan kehidupan mereka yang sederhana dan sarat dengan nilai-nilai adat istiadat.
Menetap di wilayah Pegunungan Kendeng, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, suku ini menjadi penjaga warisan leluhur dalam sebuah keseimbangan unik antara tradisi dan modernitas.
Suku Baduy, salah satu suku etnis Sunda, menghuni dua wilayah utama: Baduy Dalam dan Baduy Luar.
Baca Juga: Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?
Baduy Dalam terdiri dari tiga kampung utama: Cibeo, Cikartawarna, dan Cikeusik.
Di sinilah mereka menghidupi tradisi adat yang kental dan menjaga kebersamaan komunitas dengan sungguh-sungguh.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Ayi Astaman, berbeda dengan kebanyakan suku lain di Indonesia yang lebih memilih tinggal di hutan, Suku Baduy memilih untuk tinggal di perkampungan yang jauh dari keramaian kota.
Baca Juga: Desa Wisata di Riau Ini Memiliki Panorama Danau yang Indah dan Keanekaragaman Budaya, Cek Lokasi
Akan tetapi, bukan berarti mereka terisolasi sepenuhnya dari dunia luar.
Salah satu hal yang menarik dari Suku Baduy adalah interaksi mereka dengan dunia luar.
Meskipun mereka mempertahankan tradisi yang kuat, Suku Baduy tidak menutup diri terhadap kemajuan zaman.
Terkadang, Anda bisa melihat mereka berjalan di perkotaan, dengan pakaian hitam tradisional dan tanpa alas kaki, membawa tas kain sederhana dan menjajakan madu atau mengunjungi sanak saudara.
Ini menunjukkan bahwa mereka mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan tradisional dan kebutuhan modern.