Warisan budaya Majapahit sangat kuat dalam kerajaan-kerajaan Islam di Jawa, terlihat dalam beberapa aspek:
1. Arsitektur Masjid
Masjid Agung Demak dan masjid kuno lainnya memiliki arsitektur yang mirip dengan candi-candi Hindu-Buddha, dengan hiasan seperti lapik, sulur, antefiks, dan tapak dara.
Atap tumpang tiga tingkat di masjid-masjid ini juga mengingatkan pada filosofi gunung suci Mahameru.
2. Tata Kota
Konsep tata kota ala Majapahit masih diterapkan dalam kesultanan Jawa, dengan alun-alun, keraton, dan masjid agung yang menjadi trio sentral, mirip dengan Wanguntur di Majapahit.
3. Gelar Raja
Gelar raja kedua Mataram Islam, Susuhunan Adi Prabu Anyokrowati, menunjukkan kemiripan dengan konsep Cakrawartin dari masa klasik, yang berarti Raja Sejagat.
Ini mencerminkan ingatan kolektif masyarakat Jawa tentang penguasa ideal.
Baca Juga: Lakon Dewa Ruci: Cerita Pewayangan Favorit Sunan Kalijaga yang Sarat Ajaran Agama, Tentang Apa?
4. Tradisi dan Bahasa
Kata "puasa" berasal dari bahasa Sanskerta "upawasa", dan istilah "surga" serta "neraka" juga berasal dari bahasa Sanskerta "Svarga" dan "Naraka".
Ketupat dan lepet, makanan khas Idul Fitri, sudah dikenal sejak zaman Jawa kuno.