jelajah

Menggali Warisan Budaya Majapahit dalam Kerajaan Islam Jawa: Pewaris Sejati Jawa atau Bali?

Jumat, 28 Juni 2024 | 08:27 WIB
Ilustrasi: Sejarah Kerajaan Majapahit bagi Islam di Jawa dan Bali. (X/ @selow_mas)

SketsaNusantara.id - Meskipun kerajaan Majapahit telah lama runtuh, jejak budaya dan tradisinya masih terwariskan hingga kini, terutama dalam kerajaan-kerajaan Islam di Jawa.

Mulai dari arsitektur hingga kuliner, budaya Majapahit mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di Jawa.

Namun, apakah benar pewaris sejati Majapahit adalah Jawa atau Bali? Mari kita telusuri.

Baca Juga: Desa Wisata di Riau Ini Memiliki Panorama Danau yang Indah dan Keanekaragaman Budaya, Cek Lokasi

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Zelobi Omnivora Channel, sejarah masuknya Islam ke Nusantara masih menjadi perdebatan di kalangan peneliti. Ada beberapa teori utama mengenai hal ini:

1. Teori Gujarat

Mengusulkan bahwa Islam dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India, dengan bukti batu nisan Malik As-Saleh di Sumatra (1297 M) dan Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang mirip dengan nisan di Gujarat.

2. Teori Arab

Dikembangkan oleh sastrawan Buya Hamka dan didukung oleh orientalis T.W. Arnold, J.C. van Leur, dan Anthony H. Johns, menyatakan bahwa koloni Arab sudah ada di Sumatera sejak 625 M.

Baca Juga: Kemiringannya Gak Main-main, Ini Dia Keunikan Dusun Tempel yang Berada di Lereng Gunung Merbabu, Boyolali

3. Teori Persia

Diajukan oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat, yang menyatakan bahwa pengaruh Persia sudah ada di Nusantara sejak abad ke-7, dengan budaya seperti Tabuik di Sumatera Barat yang mirip dengan peringatan Asyura di Iran.

Bukti tertua Islam di Jawa adalah sebuah nisan di Leran, Gresik, bertarikh 475 H atau 1082 M.

Meskipun belum jelas apakah sudah ada komunitas Islam pada masa itu, berbagai prasasti menunjukkan adanya orang asing di Jawa kuno yang mungkin membawa Islam, termasuk bangsa Tiongkok dan Moor.

Halaman:

Tags

Terkini