jelajah

Populer dengan Sebutan Negeri Dongeng, Lembah Lohe di Kaki Gunung Bawakaraeng Ini Punya Nuansa Dunia Lain

Kamis, 27 Juni 2024 | 08:55 WIB
Pemandangan Lembah Lohe di kaki Gunung Bawakaraeng seperti berada di negeri dongeng. (X/ @nggakduls)

SketsaNusantara.id - Lembah Lohe, yang terletak di kaki Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang, Sulawesi Selatan, berada pada ketinggian sekitar 1.930 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Sering disebut sebagai negeri dongeng, Lembah Lohe telah menjadi tujuan berkemah yang sangat populer di Sulawesi Selatan, menawarkan pemandangan alam yang memukau dengan biaya yang sangat terjangkau.

Untuk mencapai Lembah Lohe, pengunjung harus menuju Desa Lengkese di Kabupaten Gowa, di mana mereka dapat menitipkan kendaraan dengan biaya Rp5.000 dan membayar tiket masuk sebesar Rp5.000.

Baca Juga: Misteri Gunung Gelap di Jalur Legendaris Garut Jawa Barat: Pernah Jadi Pembuangan Mayat Masa Orde Baru?

Perjalanan menuju Lembah Lohe memerlukan waktu sekitar 6 jam dan melibatkan pendakian melewati empat bukit, seperti dilansir dari kanal YouTube Rikas Harsa.

Jalur pendakian berubah dari lapang menjadi terjal berbatu, memberikan tantangan bagi para pendaki.

Namun, rasa lelah segera terbayar begitu tiba di Lembah Lohe.

Sebelum mencapai Lembah Lohe, pendaki akan melewati Danau Tanralili, sebuah destinasi populer lainnya yang bisa dijadikan alternatif tempat berkemah jika kelelahan.

Baca Juga: Masuk Daftar Spesies Hewan yang Hampir Punah! Tradisi Berburu Paus Suku Lamalera Tetap Bertahan, Kenapa?

Perjalanan dimulai dengan melintasi hutan pinus dan memasuki hutan yang lebih lebat dengan kontur berbatu.

Pos 1 dapat dicapai dalam waktu sekitar satu setengah jam, dan terdapat beberapa sumber mata air di sepanjang jalur menuju pos ini.

Gunung Bawakaraeng, dengan ketinggian 2.830 mdpl, dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Keajaiban Beringin Peninggalan Sunan Kalijaga di Kotagede Yogyakarta, Jadi Sumber Mata Air Hingga Berjalan 100 Meter!

Nama "Bawakaraeng" berarti "mulut Tuhan" atau "mulut Raja," dan gunung ini dipercayai sebagai tempat pertemuan para wali.

Halaman:

Tags

Terkini