SketsaNusantara.id- Palembang sering disebut sebagai kota tertua di Indonesia, dan hal ini bukan tanpa alasan. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa peradaban telah ada di sini sejak tahun 680 Masehi.
Salah satu bukti Palembang menjadi kota yang paling tua di Indonesia adalah Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada tahun 1920, seperti dilansir SketsaIndonesia.id dari kanal YouTube tvOneNews.
Prasasti ini mengungkapkan bahwa pada tahun 682 Masehi, Dapunta Hyang berangkat dari wilayah Minanga dan menaklukkan daerah yang kini dikenal sebagai Desa Kedukan Bukit, Palembang.
Tanggal yang tercantum dalam prasasti ini, 17 Juni 682 Masehi, dijadikan sebagai hari jadi Kota Palembang.
Tidak hanya Prasasti Kedukan Bukit, Palembang juga memiliki Prasasti Telaga Batu yang ditemukan pada tahun 1935 di sekitar kolam Telaga Biru, Kelurahan 3 Ilir.
Selain itu, berbagai arca dan batu-batu megalitikum di daerah Tegur, Kabupaten Pagaralam, menambah bukti bahwa peradaban telah berkembang di Sumatera Selatan sejak masa lampau.
Perkembangan pesat peradaban di Sumatera Selatan, khususnya di Palembang, tidak lepas dari faktor geografis.
Sungai Musi yang membelah kota ini telah menjadi sumber kehidupan dan manfaat bagi masyarakat sejak masa Kerajaan Sriwijaya.
Sungai ini membagi Palembang menjadi dua bagian: daerah hilir yang digunakan sebagai kawasan pemerintahan sejak masa kolonial hingga kini, dan daerah hulu yang sejak dulu merupakan wilayah pemukiman.
Pada tahun 1962, atas prakarsa Presiden Soekarno, dibangunlah Jembatan Ampera.
Jembatan sepanjang 1.117 meter dan lebar 22 meter ini menghubungkan kedua bagian kota tersebut, mempermudah akses dan mobilitas masyarakat.
Seberang Ulu Sungai Musi dikenal sebagai wilayah pemukiman yang telah lama dihuni oleh para pendatang.