SketsaNusantara.id – Dari sekian banyak legenda dan mitos di tanah air, kutukan Kartikea Singha adalah sebuah mitos yang dianggap terbukti pada dua pemimpin negeri ini, namun Soeharto pengecualian.
Mitos tersebut berkaitan dengan Kota Kediri dimana menurut legenda, Kartikea Singha adalah seorang raja dari Kerajaan Kalingga yang memerintah pada abad ke-6 Masehi seperti dikutip dari kanal YouTube Nasihat Kakek.
Kartikea Singha merupakan suami dari Ratu Shima, dan juga penguasa Kerajaan Kalingga Utara pra abad Mataram Hindu pada anda ke VI di Kabupaten Kediri.
Dikisahkan bahwa Raja Kartikea Singha pernah melontarkan sebuah kutukan untuk melindungi wilayah kekuasaannya dari ancaman kerajaan lain.
Dalam kutukan itu, Kartikea Singha mengatakan jika ada pemimpin negara yang tidak suci benar dan masuk ke wilayah Kediri maka ia akan jatuh (lengser).
Mitos yang berkembang itu betul-betul mempengaruhi pemimpin saat ini dimana hal ini kemudian dikaitkan dengan ketakutan para presiden Indonesia untuk mengunjungi Kota Kediri
Disebutkan bahwa jika presiden mengunjungi Kediri, maka ia akan mengalami nasib buruk atau bahkan lengser dari jabatannya.
Meskipun hanya mitos, kepercayaan terhadap kutukan Kartikea Singha masih dipegang oleh sebagian masyarakat Kediri. Hal ini menjadikan Kota Kediri memiliki aura mistis dan membuat beberapa presiden memilih untuk tidak mengunjunginya.
Selain mengeluarkan satu kutukan tersebut, Kartikea Singha yang merupakan salah satu pemimpin di Nusantara tersohor kala itu membuat satu kitab pidana pertama di Nusantara bernama kitab Kalingga Darma Sastra yang memuat 119 pasal.
Melihat begitu tersohornya Kartikea Singha pada zamannya, banyak orang yang kemudian mempercayai bahwa kutukan itu benar adanya, bahwa pemimpin yang datang ke Kediri maka ia akan jatuh.
Hal itu kemudian dianggap terbukti ketika Soekarno kemudian jatuh setelah berkunjung ke Kediri, Gus Dur juga lengser dari jabatannya sebagai presiden setelah ia membuka muktamar di Lirboyo
Namun ada satu presiden yang ternyata tak pernah menginjakkan kaki di Kediri dan kekuasaannya terbukti bisa bertahan hingga 32 tahun.