Masjid Menara Kudus menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar umat beragama dengan menggabungkan unsur-unsur arsitektur dari ketiga budaya tersebut.
Sunan Kudus yang memiliki nama asli Ja’far Shodiq merupakan putra dari Sunan Ampel dan Putri Candrawati.
Sunan Kudus sendiri dikenal sebagai wali yang memilih dakwah Islam dengan cara jalan damai, tetap menghormati dan menjaga budaya setempat namun juga melaksanakan dakwah Islam di tanah Jawa.
Hal itu tergambarkan pada arsitektur pada Masjid Menara Kudus yang beberapa bagian bangunannya memiliki ciri perpaduan Islam, Hindu, Jawa dan Buddha.
Masjid Menara Kudus terletak di Kauman, kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tersebut berdiri pada 950 Hijriah atau 1549 Masehi.
Konon pada tahun itu Sunan Kudus membawa batu dari Baitul Maqdis Palestina dan batu tersebut kemudian digunakan sebagai batu pertama pendirian Masjid yang kemudian diberi nama Masjid Al-Aqsa namun kemudian masyarakat lebih mengenalnya sebagai Masjid Menara Kudus.
Nama Masjid Menara Kudus merujuk pada bangunan menara setinggi 18 meter yang terdapat di halaman masjid yang menyerupai candi yang bercorak arsitektur Hindu Jawa.
Baca Juga: Ulama Palestina Jadi Pelatih Tentara Majapahit, Pakai Baju Perang Pusaka Milik Sunan Kalijaga
Apa yang tergambar pada bangunan di sekitar Masjid Menara Kudus menunjukkan cara dakwah yang digunakan Sunan Kudus menggunakan pendekatan-pendekatan budaya.
Hal itu ditunjukkan dengan arsitektur yang digunakan pada sejumlah bangunan menggunakan arsitektur lokal, dimana badan yang digunakan menyerupai candi bercorak Hindu, atap bercorak Islam, dilengkapi tempat wudhu sebagai reflksi agama Islam namun ada arca yang merupakan corak Hindu.
Sementara jika kita masuk lebih dalam, maka akan temukan pintu gerbang mirip corak Hindu atau bahkan mirip vihara sebagai bentuk cara berdakwah cara damai dimana masyarakat kala itu masih banyak menganut kepercayaan Hindu Budha.
Masjid Menara Kudus kini menjadi simbol toleransi dan kerukunan antar umat beragama dengan menggabungkan unsur-unsur arsitektur dari ketiga budaya tersebut, yakni Islam, Hindu serta Budha.***