SketsaNusantara.id – Jika kita berbicara Kota Kudus maka tak bisa dipisahkan dengan satu masjid yang begitu ikonik di kota ini, yakni Masjid Menara Kudus.
Masjid Menara Kudus menurut hikayat, batu yang digunakan dalam pembangunan masjid tersebut adalah batu yang berasal dari batu Baitul Maqdis atau Al-Quds yang merupakan pemberian Amir Palestina.
Batu dari Baitul Maqdis ini kemudian menjadi batu pertama yang diletakkan saat awal pembangunan Masjid Menara Kudus.
Konon, nama ‘Kudus’ sendiri diambil dari kata ‘Al-Quds’ yang berarti suci atau kudus dalam bahasa Arab.
Hal ini menunjukkan pengaruh Islam dari Timur Tengah yang dibawa oleh Sunan Kudus dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa.
Seperti yang dikutip SketsaNusantara.id dari situs Pemerintah Kabupaten Kudus, Sunan Kudus pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam.
Pada saat itu di Baitul Maqdis sedang ada wabah penyakit yang menyebabkan banyak orang meninggal dunia. Namun berkat Sunan Kudus, wabah tersebut bisa diberantas.
Atas jasa-jasanya, maka Sunan Kudus diberi hadiah oleh Amir Palestina berupa ijazah wilayah yaitu pemberian wewenang menguasai satu daerah di Palestina.
Pemberian wewenang oleh Amir Palestina tersebut kemudian dibawa pulang ke Kudus ketika Sunan Kudus hendak kembali ke Jawa dan ia memohon kepada Amir Palestina agar mengizinkan wewenang pemindahan wilayah itu dibawa pulang olehnya.
Sebab itulah hingga saat ini batu bertuliskan bahasa Arab tersebut berada di atas mihrab Masjid Menara Kudus.
Selain sebagai bukti sejarah, keberadaan batu dari Palestina ini juga melambangkan akulturasi budaya Jawa, Hindu, dan Islam yang terjadi pada masa itu.