2. Sangat luas
Kawasan Gunung Sewu memiliki luas kurang lebih 1.300 kilometer persegi dengan 40.000 bukit batu glamping.
Gunung Sewu juga memiliki lebar 20-40 kilometer yang terbentang di 3 provinsi yakni Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
3. Memiliki sistem hidrogeologi karst yang unik dan spesifik
Di pegunungan Sewu, terdapat banyak sungai-sunga bawah tanah dan mata air yang tersebar di sepanjang pantai selatan.
Baca Juga: Sudah Mendunia! Indonesia Jadi Surga Bagi Penikmat Kopi dengan Ragam Citarasa yang Menggoda
Tak heran jika pembangunan beach club di kawasan ini bisa mengancam ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, di Gunung Sewu juga terdapat ratusan gua baik yang bering maupun yang basah dengan ornamen berbentuk tiang kapur, flow stone, sinder hingga stalaktit dan stalagmit.
4. Sudah eksis sejak zaman Belanda
Walau namanya jarang terdengar bagi masyarakat Indonesia secara umum, rupanya keindahan Gunung Sewu sudah pernah dibuktikan pada zaman Belanda.
Saat itu seorang doktor dan naturalis asal Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn mengabadikan keindahan Gunung Sewu dalam sejumlah lukisan.
Baca Juga: Di Mana Lokasi Beach Club Raffi Ahmad? 20 Ribu Petisi Tolak Pendirian, Rusak Lingkungan
Franz Wilhelm Junghuhn berkunjung ke Gunung Sewu pada 1851.
5. Proses penciptaan
Dikutip dari channel YouTube Badan Geologi Indonesia, pada 2 juta tahun yang lalu, kawasan ini berada di bawah air sedalam 40 meter.