Garis Weber, yang ditemukan oleh zoologis Jerman Max Carl Wilhelm Weber, membatasi wilayah penyebaran fauna antara dataran Sahul dan bagian barat Indonesia.
Garis ini memperlihatkan bahwa fauna Australia terbatas di wilayah tertentu.
Baca Juga: Sudah Mendunia! Indonesia Jadi Surga Bagi Penikmat Kopi dengan Ragam Citarasa yang Menggoda
Garis Lydekker, yang ditemukan oleh geologis Inggris Richard Lydekker, memisahkan kawasan Wallacea dengan Indonesia Timur.
Penelitian pada tahun 1980-an menunjukkan bahwa Garis Wallace adalah hasil dari pergerakan tektonik lempeng.
Wilayah ini merupakan titik pertemuan beberapa lempeng yang saling berdesak-desakan, yang tidak hanya bertanggung jawab atas banyaknya gunung berapi dan aktivitas seismik di kawasan itu, tetapi juga perbedaan mencolok dalam kehidupan binatangnya.
Dulu, dua daratan besar yang dikenal sebagai kontinen Sunda di barat dan Sahul di timur, ada selama zaman es ketika permukaan laut lebih rendah.
Kedua daratan ini membawa komunitas burung dan reptil khas mereka, dan ketika lempeng Australia bergerak ke utara, komunitas-komunitas ini bertabrakan, menciptakan perbedaan ekologi yang mencolok.
Garis Wallace menunjukkan betapa pengaruh peristiwa geologi kuno terhadap distribusi kehidupan di bumi.
Garis ini bukan hanya sebuah batas imajiner, tetapi juga cerminan dari sejarah geologis yang kompleks dan bagaimana peristiwa tersebut membentuk keragaman dan distribusi spesies.
Penemuan Wallace ini membantu kita memahami bagaimana spesies muncul dan berkembang di tempat mereka berada, dan meskipun Charles Darwin mendapatkan sebagian besar pujian atas teori evolusi, Wallace tetap diakui sebagai pelopor dalam biogeografi.
Garis Wallace adalah bukti nyata bahwa peristiwa geologis kuno memiliki dampak besar terhadap keanekaragaman hayati.
Meskipun garis ini tidak terlihat, pengaruhnya terhadap fauna di kepulauan Indonesia sangat nyata.
Melalui penelitiannya, Alfred Russel Wallace membuka mata dunia akan pentingnya peran geografis dalam evolusi spesies, memberikan wawasan berharga yang masih relevan hingga saat ini.***