SketsaNusantara.id- Di tengah hamparan kepulauan Indonesia, terdapat garis tak terlihat yang membagi wilayah ini menjadi dua zona ekologi yang sangat berbeda.
Garis ini, yang dikenal sebagai Garis Wallace, dinamai sesuai dengan penemunya, Alfred Russel Wallace, seorang naturalis asal Inggris yang pertama kali mengidentifikasinya pada tahun 1859, seperti dilansir dari kanal YouTube Mr Frestea.
Garis Wallace membentang dari utara ke selatan, memisahkan Pulau Bali dan Lombok di Indonesia, dan mencerminkan batas antara fauna Asia di barat dan fauna Australia di timur.
Jika kita berdiri di Pantai Bali dan melihat ke arah timur menuju Lombok, kita akan melihat sebuah selat sempit sepanjang 32 kilometer.
Meskipun tampak sederhana, selat ini adalah penghalang alami yang memisahkan dua dunia fauna yang sangat berbeda.
Di sebelah barat garis ini, fauna didominasi oleh spesies khas Asia seperti gajah, harimau, dan badak.
Sementara itu, di sebelah timur, kita menemukan spesies yang lebih mirip dengan fauna Australia, seperti marsupial, komodo, dan burung kakatua.
Garis Wallace pertama kali dibuat sketsanya pada tahun 1859 oleh Alfred Russel Wallace, yang selama delapan tahun menjelajahi kepulauan Melayu untuk mengamati dan mengumpulkan spesies.
Wallace mengumpulkan lebih dari 126.000 spesimen, termasuk lebih dari 80.000 kumbang.
Selama perjalanannya, ia melihat perubahan tiba-tiba dalam kehidupan hewan ketika ia bergerak dari Bali ke Lombok.
Perubahan ini tidak bertahap, melainkan tiba-tiba dan jelas, meskipun pulau-pulau tersebut dipisahkan oleh selat yang sempit.
Selain Garis Wallace, terdapat dua garis biogeografis lainnya yang penting di Indonesia: Garis Weber dan Garis Lydekker.