SketsaNusantara.id - Di Kabupaten Ngawi baru-baru ini viral tentang pemberitaan Kampung Wadon, sebuah kampung yang konon yang dihuni oleh perempuan semua.
Untuk itu Kampung Wadon ini kemudian diberitakan tak ada regenerasi sehingga warganya semakin sedikit yang mengakibatkan penduduk kampung ini akan segera punah.
Berkembang pula sebuah mitos jika perempuan di desa ini memaksa menikah maka harus menghadapi dua kemungkinan, ia harus pergi bersama suami ke kampung lain atau ia harus rela berpisah dengan suami. Loh kok?
Rupanya di kampung Wadon ini berkembang sebuah mitos, jika peraturan tak tertulis itu dilanggar maka pasangannya akan mengalami hal-hal yang tak diinginkan atau akan alami berbagai macam kesialan.
Untuk itu, mitos itu menyebabkan penduduk Kampung Wadon banyak yang pergi sehingga sedikit demi sedikit berlahan menjadi kampung mati. Namun benarkah demikian??
Keberadaan kampung Wadon yang kemudian viral membuat pemerintah setempat merilis sebuah pernyataan bahwa keberadaan Kampung Wadon tersebut hanya hoaks belaka yang dilansir SketsaNusantara.id dari kominfo.id.
Baca Juga: 7 Fakta Keindahan Tersembunyi Curug Walet Pamijahan, Permata Alam Bogor yang Memanjakan Mata
Dalam pernyataannya, pihak pemerintah setempat meralat bahwa masyarakat Ngawi sendiri juga tak mengetahui dimana sebetulnya Kampung Wadon tersebut.
Kepala Desa Dumplengan Ngawi yakni Sri Wahyuni kemudian memperkuat fakta sebenarnya terkait Kampung Wadon yang viral di media sosial.
Dalam pernyataannya, Sri Wahyuni menegaskan bahwa desa itu sebenarnya tak ada, meski belakangan begitu banyak orang yang pertanyakan pada dirinya terkait Kampung Wadon tersebut.
Akibat dari viralnya Kampung Wadon, Sri Wahyuni mengakui begitu banyak orang penasaran hingga berbondong-bondong datang mengunjungi Kampung Wadon karena penasaran.
Mulai dari kalangan orang biasa hingga mahasiswa konon datang untuk 'memburu' Kampung Wadon.