jelajah

Dikenal Sebagai Tarian Tanpa Pengiring Musik, Inilah Sejarah dan Keunikan Tari Kecak Dari Bali

Sabtu, 8 Juni 2024 | 18:30 WIB
Ilustrasi Tari Kecak yang banyak digandrungi wusatawan di Bali (Instagram.com/@jalandesa)

Sketsanusantara.id - Tari Kecak adalah salah satu tarian tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Bali dan konon katanya diciptakan oleh 2 tokoh hebat bernama Wayan Limbad.

Wayan Limbad adalah seorang penari di Bali dan juga ada keikutsertaan Walter Space yang merupakan seorang pelukis dari Jerman pada tahun 1930 pada penciptaan Tari Kecak.

Mereka menggabungkan tradisi Sang Hyang dan kisah epik Ramayana untuk menciptakan Tari Kecak yang kita kenal di masa sekarang.

Baca Juga: Selalu Ada Wisata Baru! Inilah Rekomendasi Wisata Terbaru 2024 yang Ada di Kota Semarang, Cocok Untuk Liburan Panjang

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Ayu Gita, pada saat Tari Kecak ditampilkan, tersirat sebuah cerita yang dibawakan dimana isinya adalah tentang kisah Ramayana.

Kita akan melihat bagaimana Rama berusaha menyelamatkan Dewi Sinta yang diculik oleh Rahwana.

Rama meminta bantuan kepada Dewa Hanoman demi bisa membebaskan Istrinya tersebut. Kisah yang dibawakan itu mengandung banyak nilai-nilai moral yang mengajarkan tentang sifat baik dan buruk dari para tokoh yang ada.

Tari Kecak memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri dimana tarian ini ditampilkan tanpa menggunakan iringan musik seperti gamelan atau kolintang.

Baca Juga: Yuk Kulineran di Jember! Ini Dia 5 Daftar Makanan Enak dan Murah Meriah Andalan Netizen, Nomer 3 Cocok Buat Cemilan Saat Nugas Kuliah

Musik pengiiring yang dibawakan berasal dari suara puluhan penari yang bersama-sama mengucapkan "Cak-cak" dengan tegas dan berulang-ulang.

Suara itu membentuk irama yang menarik dan menambah semarak dari pertunjukkan Tari Kecak.

Para penari yang utamanya adalah laki-laki duduk dalam posisi melingkar yang diibaratkan sebagai pasukan kera yang membantu Rama pada kisah Ramayana.

Mereka melakukan gerakan yang monoton, namun penuh makna yang menggambarkan simbol lidah api yang menyala.

Selain itu, tarian ini juga menggunakan busana sederhana dengan kain sebagai celana pendek dan penutup kepala.

Halaman:

Tags

Terkini