jelajah

Kampoeng Bathok Santan Yogyakarta: Surga Kerajinan Tempurung Kelapa dan Wisata Kuliner Wader Goreng yang Menggoda

Selasa, 17 Februari 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi batok kelapa, khas desa wisata di Sleman, Yogyakarta. (Jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Kabupaten Bantul dikenal memiliki beragam destinasi wisata berbasis desa. Salah satunya adalah Desa Wisata Bathok Santan atau Kampoeng Bathok Santan.

Desa ini menawarkan pengalaman wisata yang memadukan edukasi, kerajinan, dan kuliner khas.

Kampoeng Bathok Santan terletak di Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Desa wisata ini diresmikan pada tahun 2011.

Baca Juga: Pesona Tersembunyi Desa Wisata Brayut, Wisata Edukasi Seru di Lereng Merapi yang Bikin Ingin Kembali

Sejak itu, kawasan ini berkembang menjadi sentra kerajinan tempurung kelapa terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dilansir dari Jogjaprov.go.id, keunikan desa wisata ini terletak pada pemanfaatan bathok kelapa sebagai bahan utama kerajinan. Tempurung kelapa yang semula dianggap limbah diolah menjadi produk bernilai tinggi. Proses pengolahan dilakukan dengan teknik tradisional yang terus dikembangkan.

Beragam produk kerajinan dapat dijumpai di desa ini. Beberapa di antaranya berupa peralatan makan seperti piring, mangkuk, gelas, sendok, garpu, dan sumpit. Selain itu, terdapat pula aneka pajangan, lampu hias, hingga celengan dengan desain menarik.

Baca Juga: Pesona Desa Wisata Jatimulyo Kulon Progo, Surga Telaga Alami di Pegunungan Yogyakarta yang Jarang Diketahui Wisatawan

Kerajinan bathok kelapa di Kampoeng Bathok Santan telah berkembang sejak tahun 1991. Usaha ini dijalankan secara turun-temurun sebagai bisnis keluarga. Setiap rumah produksi memiliki ciri khas dan jenis produk yang berbeda.

Keberagaman produk tersebut menciptakan variasi yang kaya. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan kerajinan. Aktivitas ini memberikan wawasan mengenai pengolahan bahan alam menjadi karya bernilai seni dan ekonomi.

Selain kerajinan, kuliner khas menjadi daya tarik penting. Ikan wader goreng dikenal sebagai sajian andalan di desa ini. Budidaya dan pengolahan ikan dilakukan secara terencana oleh masyarakat setempat.

Ikan wader disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat. Hidangan ini dilengkapi sambal dan lalapan segar. Perpaduan rasa gurih dan renyah menjadi ciri khas yang banyak diminati wisatawan.

Tidak hanya sebagai lauk, ikan wader juga diolah menjadi camilan. Produk wader crispy dikemas sebagai oleh-oleh. Camilan ini menjadi pilihan favorit bagi pengunjung yang ingin membawa buah tangan.

Aktivitas wisata di Kampoeng Bathok Santan menghadirkan pengalaman edukatif. Pengunjung dapat mempelajari proses produksi kerajinan sekaligus mengenal kuliner tradisional. Konsep ini menjadikan desa wisata sebagai ruang belajar terbuka.

Halaman:

Tags

Terkini