Rupanya tradisi ekstrem ini konon sudah ada sejak masa kejayaan kerajaan di Bali. Saat itu, sang raja melakukan sebuah pesta sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta, sekaligus ingin membahagiakan para prajuritnya.
Acara tersebut dimulai dengan melakukan upacara, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan hiburan. Dimana kegiatan hiburan terdiri dari beberapa acara meliputi sabung ayam dan berbagai penampilan tari-tarian yang menunjukkan kedigdayaan para prajurit.
Seperti yang diketahui, kedigdayaan itu sendiri merupakan kata yang merujuk pada kekuatan, kekebalan, keunggulan dan kehebatan.
Hal itulah yang kemudian menjadi cikal bakal tradisi Ngurek, yakni menunjukan kekuatan dan kekebalan tubuh dengan menusuk tubuh menggunakan keris atau alat sejenisnya.
Lokasi yang kerap melakukan radisi Ngurek ini biasanya wilayah-wilayah yang termasuk dalam desa adat Bali.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!