SketsaNusantara.id - Sunan Kalijaga dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam Wali Songo. Perannya besar dalam penyebaran Islam di wilayah Jawa. Hingga kini, riwayat kelahiran dan asal-usulnya masih menyimpan banyak pertanyaan.
Dalam berbagai sumber sejarah, Sunan Kalijaga juga disebut dengan beberapa nama. Ia dikenal sebagai Raden Mas Syahid atau Raden Mas Said.
Perbedaan penamaan ini berkaitan dengan latar belakang keluarga dan tradisi penulisan babad.
Asal-usul Sunan Kalijaga kerap dibahas melalui beberapa versi utama. Setidaknya terdapat tiga versi yang berkembang di masyarakat. Versi-versi ini bersumber dari babad, literatur, dan catatan sejarah, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari buku Sunan Kalijaga & Mitos Masjid Agung Demak, terbitan tahun 2021.
1. Sunan Kalijaga Keturunan Tiongkok
Versi pertama menyebut Sunan Kalijaga berasal dari keturunan Tiongkok. Ia disebut memiliki nama asli Oe Sam Ik. Versi ini mengaitkan Sunan Kalijaga dengan Bupati Tuban bernama Wilotikto.
Catatan tentang versi ini diperkuat dengan temuan di Klenteng Sam Poo Kong, Semarang. Dokumen tersebut ditemukan oleh Residen Poortman pada 1928. Dalam catatan itu, Sunan Kalijaga dikaitkan dengan garis keturunan Oei Tik Too.
Baca Juga: 5 Fakta Dakwah Islam Sunan Kalijaga yang Ternyata Sangat Cerdik dan Tanpa Kekerasan
2. Sunan Kalijaga Keturunan Arab
Versi kedua menyebut Sunan Kalijaga berasal dari keturunan Arab. Dalam literatur, ia disebut sebagai Qadi Zaka. Istilah tersebut bermakna hakim atau penghulu yang memiliki kedudukan religius.
Dalam Babad Tuban, silsilah ini mengaitkan Sunan Kalijaga dengan Nabi Muhammad saw. Disebutkan bahwa ia merupakan keturunan ke-24. Versi ini banyak dipercaya oleh kalangan pesantren dan tradisi keagamaan.
3. Sunan Kalijaga Keturunan Jawa
Versi ketiga menyatakan Sunan Kalijaga merupakan keturunan Jawa asli. Ia disebut sebagai putra Tumenggung Wilatikta. Wilatikta merupakan Bupati Tuban yang memiliki garis keturunan Ario Tejo.