SketsaNusantara.id - Kampung wisata menjadi bagian penting pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Yogyakarta.
Salah satunya adalah Kampung Wisata Patangpuluhan. Kawasan ini dikenal memiliki kekuatan seni, budaya, dan sejarah lokal.
Kampung Wisata Patangpuluhan berada di Kelurahan Patangpuluhan, Kota Yogyakarta. Luas wilayahnya sekitar 0,44 kilometer persegi.
Jumlah penduduk tercatat sebanyak 7.631 jiwa dengan kepadatan cukup tinggi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Jogjakota.go.id, Patangpuluhan terletak sekitar tiga kilometer dari barat daya pusat Kota Yogyakarta.
Wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul. Kelurahan Patangpuluhan juga terbelah oleh aliran Kali Winongo.
Nama Patangpuluhan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kraton Yogyakarta. Nama tersebut diambil dari salah satu brigade prajurit Kraton. Brigade tersebut dikenal dengan nama Prajurit Patangpuluh.
Jejak budaya Kraton masih terasa kuat di kawasan ini. Hal tersebut terlihat dari penamaan jalan-jalan di wilayah Patangpuluhan.
Banyak nama jalan menggunakan istilah seni dan gending Jawa.
Beberapa nama jalan yang dikenal antara lain Pamularsih, Madubronto, Dorodasih, dan Madumurti. Ada pula Pareanom dan Srikaloka. Nama-nama tersebut mencerminkan nuansa seni yang melekat di kawasan ini.
Kampung Wisata Patangpuluhan memiliki potensi wisata alam dan budaya. Salah satu daya tariknya adalah Grojokan Tanjung Winongo Patangpuluhan. Lokasi ini berada di sepanjang aliran Kali Winongo.
Di kawasan Grojokan Winongo, masyarakat rutin menggelar kegiatan seni. Pementasan seni dilaksanakan setiap selapan dino. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni setempat.