SketsaNusantara.id - Menjelang pergantian tahun 2025-2026, sejumlah persiapan mulai dilakukan di berbagai negara, salah satunya perayaan tahun baru dengan pesta kembang api.
Detik-detik pergantian tahun memang identik dirayakan dengan pesta kembang api meriah.
Sejumlah wilayah bahkan menggelar pesta kembang api spektakuler di pusat keramaian untuk ditonton masyarakat saat pergantian tahun.
Tradisi pesta kembang api saat tahun baru juga terdapat di Indonesia.
Meski pun tahun ini, sejumlah wilayah memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api saat tahun baru sebagai bentuk solidaritas atas musibah banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra beberapa waktu lalu.
Ada sejarah panjang di balik perayaan tahu baru dengan pesta kembang api.
Tradisi perayaan tahun baru dengan pesta kembali api rupanya berkaitan dengan pembuatan petasan serta penemuan bubuk mesiu pada abad ke-9 dan 10.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman History, petasan dari batang bambu mulai dikenal masyarakat China kuno dari Dinasti Han, sekitar 202 Sebelum Masehi.
Di tengah perkembangannya, masyarakat China pada masa Dinasti Tang (618-907 Masehi) menemukan bubuk mesiu yang kemudian mengubah cara pembuatan petasan dan kembang api.
Hingga akhirnya pada masa Dinasti Song (960-1279 M), kembang api modern seperti yang dilihat sekaranng ini mulai dibuat.
Kembang api yang awalnya diperuntukkan untuk mengusir roh jahat dalam tradisi China kemudian mulai digunakan dalam berbagai festival dan perayaan penting, termasuk Tahun Baru China.