Bidang edukasi lainnya meliputi kegiatan membatik dan pembuatan jamu gendong. Keduanya diperkenalkan sebagai bagian dari kearifan lokal.
Pengunjung dapat mengikuti proses secara bertahap.
Di sektor seni pertunjukan, Kampung Wisata Rejowinangun memiliki berbagai potensi. Kegiatan karawitan, pedalangan, dan macapat masih dilestarikan. Seni tersebut ditampilkan dalam berbagai agenda kampung.
Kampung wisata ini juga didukung usaha kuliner yang dikenal luas. Bakmi Jowo Mbah Gito berada di kawasan Rejowinangun. Keberadaan usaha tersebut menambah daya tarik wisata kuliner.
Selain kuliner, terdapat pula usaha produksi souvenir. Kaos Dagadu asli diproduksi di Jalan Gedongkuning. Lokasi tersebut masih berada dalam satu wilayah kampung wisata.
Dalam aspek adat dan tradisi, Rejowinangun memiliki upacara budaya Wiwitan. Tradisi ini berkaitan dengan kegiatan pertanian padi. Upacara menandai dimulainya masa panen.
Prosesi wiwitan dilakukan dengan pemotongan padi menggunakan ani-ani. Ritual tersebut dilengkapi sajian makanan tradisional. Sega wiwit menjadi salah satu unsur penting dalam upacara.
Gelaran wiwitan biasanya dirangkai dengan kirab budaya. Acara juga disertai pertunjukan wayang kulit. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur warga atas hasil panen.
Seluruh potensi tersebut menjadikan Kampung Wisata Rejowinangun sebagai destinasi berbasis edukasi dan budaya. Aktivitas wisata dikembangkan melalui partisipasi masyarakat. Kampung ini menjadi bagian dari dinamika pariwisata Kotagede.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!