SketsaNusantara.id - Kampung Wisata Prenggan berada di Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta.
Wilayah ini masuk kawasan cagar budaya bersejarah. Jejaknya terkait erat dengan awal Mataram Islam.
Nama Prenggan memiliki lebih dari satu versi cerita. Versi-versi ini berkembang di tengah masyarakat. Kisahnya diwariskan lintas generasi.
Dilansir dari Kratonjogja.go.id, versi pertama menyebut nama Prenggan berasal dari Pangeran Pringgalaya. Ia merupakan putra Panembahan Senopati. Wilayah tinggalnya kemudian disebut Prenggan.
Versi lain mengaitkan Prenggan dengan istilah “direngga-rengga”. Istilah ini berarti dihias atau dibuat indah. Dahulu kawasan ini dihuni para ahli dekorasi keraton.
Kampung Wisata Prenggan memiliki potensi serupa dengan Purbayan. Daya tariknya bertumpu pada situs sejarah dan budaya Kotagede. Pola permukiman lama masih terlihat.
Kotagede dikenal sebagai kawasan bersejarah peninggalan Mataram Islam. Wilayah ini menjadi cikal bakal Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Kampung Prenggan menjadi bagian utuh kawasan tersebut.
Selain sejarah, Prenggan memiliki kerajinan tradisional. Warga memproduksi perak dan batik secara turun-temurun. Aktivitas ini menopang ekonomi lokal.
Kesenian tradisional juga berkembang di kampung ini. Terdapat kelompok gejog lesung, jathilan, dan karawitan. Kesenian tampil dalam berbagai kegiatan warga.
Kuliner tradisional menjadi identitas lain Prenggan. Kipo dibuat oleh warga setempat dengan resep lama. Makanan ini dikenal sebagai jajanan khas Kotagede.
Di kawasan ini juga terdapat Lapangan Karang. Lokasi tersebut dikenal sebagai sentra kuliner. Menu Sate Klathak menjadi daya tarik utama.
Untuk memperkuat wisata, digelar Festival Kipo setiap tahun. Kegiatan ini dikemas dalam kirab budaya. Rute kirab berakhir di Lapangan Karang.