SketsaNusantara.id - Pulau Rote adalah salah satu dari ribuan pulau yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan kekayaan alam dan budayanya.
Pulau yang merupakan bagian dari Kabupaten Rote Ndao ini adalah wilayah paling Selatan Indonesia.
Meski berada di wilayah paling Selatan Indonesia, pulau ini terkenal akan warisan budayanya seperti budidaya lontar dan topi adat Ti’i Langga.
Kekayaan budaya yang sangat terkenal dan menjadi ciri khas dari pulau ini adalah alat musik Sasando yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda
Sudah ada sejak abad ke-7, Sasando merupakan warisan nenek moyang masyarakat Rote dan dikenal seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Berikut 5 fakta tentang Sasando, alat musik tradisional khas Pulau Rote yang menarik untuk diketahui.
1. Terbuat dari Bambu dan Daun Lontar
Sasando berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu dengan senar-senar yang dikencangkan di sekelilingnya.
Di tengah tabung terdapat semacam jembatan yang digunakan untuk mengatur nada.
Alat musik ini terbuat dari bambu, daun lontar dan senar-senar dari kawat atau nilon. Daun lontar digunakan untuk menjadi resonator untuk memperkuat suara.