jelajah

Makna Sumbu Filosofi Yogyakarta, Satu dari 6 Warisan Budaya Dunia Milik Indonesia, Bukan Sekadar Konsep Tata Ruang Belaka

Senin, 22 September 2025 | 21:00 WIB
Sumbu Filosofi Yogyakarta, konsep tata ruang yang memiliki makna dan nilai-nilai luhur. (kemenpar.go.id)

Berikut penjelasan dari makna Sumbu Filosofi Yogyakarta tersebut.

Sangkan (Asal)

Perjalanan dari Panggung Krapyak menuju Keraton Yogyakarta mewakili konsepsi Sangkan yang berarti asal dan proses pedewasaan manusia.

Dimulai dari Panggung Krapyak hingga Keraton Yogyakarta, makna filosofis siklus hidup manusia sejak lahir hingga dewasa digambarkan melalui berbagai tanaman, nama jalan, perkampungan, hingga pelataran.

Seperti Panggung Krapyak yang secara simbolis memiliki makna awal kelahiran atau rahim, serta Pohon Jambu Dersana di sekitar kampung Sekullanggen dan Gebulen yang bermakna keteladanan.

Selain itu juga terdapat tanaman-tanaman lain yang menggambarkan siklus hidup manusia menuju pendewasaan di sepanjang perjalanan menuju Keraton Yogyakarta.

Paran (Tujuan)

Filosofi Paran dimulai dari Tugu Golong Gilig ke Selatan menuju Keraton Yogyakarta. Filosofi ini menggambarkan perjalanan manusia menuju Sang Pencipta.

Dimulai dari Tugu Golong Gilig (Tugu Pal Putih) menuju Keraton Yogyakarta, siklus hidup manusia menuju Sang Khalik (Pencipta) digambarkan melalui nama desa, jalan, tanaman, alun-alun, serta pelataran.

Seperti Jalan Margatama yang berarti jalan menuju keutamaan, Jalan Maliabara yang berarti penggunaan obor penerang berupa ajaran wali.

Jalan Margamulya yang berarti jalan menuju kemuliaan, serta Jalan Pangurakan yang berarti mengusir (ngurak) nafsu-nafsu yang buruk.

Konsep Paran berakhir di Keraton Yogyakarta yang dimaknai sebagai Alam Abadi yang diwakilkan dengan pelita Kiai dan Nyai Wiji yang disimpan di Gedhong Prabayaksa, kompleks Kedhaton.

Kedua pelita tersebut dijaga hingga tidak pernah padam sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono I sampai saat ini dan api dari pelita tersebut diambil dari sumber api abadi Mrapen.

Makna Sumbu Filosofi bagi Sultan

Bagi Sultan, makna sumbu filosofi adalah sebaliknya, yakni dari Keraton ke Tugu Golong Gilig dan dari Keraton menuju Panggung Krapyak.

Halaman:

Tags

Terkini