jelajah

Makna Sumbu Filosofi Yogyakarta, Satu dari 6 Warisan Budaya Dunia Milik Indonesia, Bukan Sekadar Konsep Tata Ruang Belaka

Senin, 22 September 2025 | 21:00 WIB
Sumbu Filosofi Yogyakarta, konsep tata ruang yang memiliki makna dan nilai-nilai luhur. (kemenpar.go.id)

 

SketsaNusantara.id - Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki sejarah, budaya, serta kekayaan filosofi yang dalam.

Provinsi yang kini dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X ini, memiliki sejarah pembangunan yang sarat akan makna filosofis.

Sejarah pembangunan tersebut tercermin dalam sebuah konsep yang disebut dengan Sumbu Filosofi.

Baca Juga: Harmoni Religi dan Budaya dalam Upacara Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi, daerah dengan nama kerajaan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini dibangun berdasarkan nilai-nilai luhur.

Dikutip SketsaNusantara.id dari indonesia.go.id konsep Sumbu Filosofi tersebut bahkan telah diakui oleh UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Bersanding dengan 5 warisan budaya dunia lainnya yang dimiliki Indonesia, di antaranya Kompleks Candi Borobudur, Kompleks Candi Prambanan, Situs Prasejarah Sangiran, Sistem Subak sebagai Manifestasi Filosofi Tri Hita Karana, dan Tambang Batubara Ombilin, Sawahlunto.

Baca Juga: Indonesia Berduka! 7 Korban Jiwa dalam Demo 28-31 Agustus 2025, Salah Satunya Mahasiswa AMIKOM Yogyakarta

Sumbu filosofi adalah konsep tata ruang Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkaitan dengan garis imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi di Utara, Keraton Yogyakarta, serta Pantai Selatan di Selatan.

Garis tersebut menghubungkan Tugu Golong Gilig, Keraton Yogyakarta, dan Panggung Krapyak dalam satu garis lurus tata ruang.

Tata letak tersebut bukan sekadar konsep tata ruang biasa melainkan memiliki makna filosofis yakni menggambarkan perjalanan siklus hidup manusia berdasarkan konsepsi Sangkan Paraning Dumadi.

Sangkan Paraning Dumadi adalah sebuah konsep yang mengingatkan manusia dari mana manusia berasal dan ke mana manusia akan kembali setelah hidup di dunia.

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman resmi Kraton Yogyakarta, makna Sumbu Filosofi Yogyakarta terdiri dari dua aspek, yakni Sangkan dan Paran. Selain itu juga terdapat makna tersendiri bagi Sultan.

Halaman:

Tags

Terkini