SketsaNusantara.id - Dunia anak adalah dunia bermain. Permainan dapat menjadi media belajar bagi anak dalam banyak aspek, seperti aspek kognitif, emosi, sosial, dan perkembangan fisik.
Di Indonesia terdapat banyak sekali permainan anak-anak yang dapat menstimulasi aspek-aspek tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman, jenis permainan anak sudah sangat bervariatif.
Namun dari sekian banyak permainan tersebut, Indonesia memiliki permainan-permainan tradisional yang tidak kalah menarik untuk dimainkan.
Harus bersaing dengan permainan-permainan modern, beberapa permainan tradisional ini memiliki sejarah, filosofi, dan manfaat yang sangat baik untuk perkembangan anak.
Berikut 5 permainan tradisional tersebut yang harus terus dilestarikan agar tidak punah.
1. Engklek
Engklek adalah permainan tradisional yang dilakukan dengan melompat-lompat pada kotak-kotak yang digambar di atas tanah pada bidang datar.
Lompatan yang dilakukan harus menggunakan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya tanpa melompat pada kotak berpenanda sebuah batu yang disebut Gacok.
Sejarah Engklek berasal dari Roma, Italia yang disebut dengan Hopscotch. Pada era kolonial Belanda permainan ini disebut dengan Zondag Mandaag.
Manfaat permainan Engklek adalah koordinasi antara gerak kaki, lengan, dan tangan dalam menjaga keseimbangan tubuh, melatih kesabaran, meningkatkan kekuatan otot, serta melatih kepercayaan diri anak.
2. Congklak