Untuk tiket masuk pun masih tergolong murah meriah yaitu satu orang hanya perlu merogoh kocek Rp5.000-Rp7.500 untuk wisatawan lokal dan Rp150.000-Rp225.000 untuk wisatawan asing.
Berdasarkan informasi yang didapat, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Teluk Hijau terdiri dari wisatawan lokal dan mancanegara yang mencari ketenangan dan keindahan alam.
Tidak seperti pantai berbayar lainnya, Teluk Hijau masih terjaga keasliannya.
Suara deburan ombak yang menyatu dengan suasana asri hutan dan terdengar beberapa kicauan burung, menciptakan suasana damai yang sulit didapatkan di tempat lain.
Meskipun untuk tiba disana memerlukan perjuangan yang panjang dan tidak mudah namun setelah melihat keindahan Pantai Teluk Hijau seakan rasa lelah tersebut hilang begitu saja.
Selain menikmati pantainya, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung, yakni sebagai berikut:
1. Menikmati keindahan dan berfoto untuk kenang-kenangan yang menyenangkan.
2. Piknik santai di tepi pantai bersama keluarga atau teman.
3. Mandi atau bermain air di laut yang bersih dan bening
4. Trekking singkat menuju air terjun kecil di sekitar pantai.
Untuk berkemah atau menginap di Teluk Hijau sangat tidak disarankan karena area tersebut masih dalam kawasan hutan.
Larangan tersebut demi keselamatan pengunjung karena di kawasan tersebut masih terdapat beberapa hewan seperti macan tutul dan rusa liar pada kawasan hutan.
“Dilarang berkemah di Teluk Hijau agar semuanya tetap asri,” kata Ketua Masyarakat Ekowisata Rajegwesi (MER), Kosim seperti dikutip SketsaNusantara.id dari laman kominfo.jatimprov.go.id.