SketsaNusantara.id - Museum tembakau merupakan rumah dari warisan sejarah yang hadir mewakili cerita warga Jember.
Konon museum ini lahir dari kegelisahan Desak Nyoman Siksiawati yang sering kali datang ke kebun tembakau, dan melihat nilai-nilai yang dapat diangkat melalui tanaman dan aktivitas para petani tembakau.
Dikutip oleh SketsaNusantara.id melalui akun youtube resmi @zilfinnabila, konon Nyoman yang merupakan pendiri museum pernah menjabat sebagai kepala unit pelaksana teknis pengujian sertifikat mutu barang dan lembaga tembakau.
Seringnya melihat kaum perempuan yang cermat menyortir tembakau, membuatnya ingin mengabadikan nilai budaya, kerja keras serta pengetahuan yang dapat diwariskan pada setiap generasi.
Bangunan ini terletak di jalan Kalimantan, nomor 1, Kranjan Timur, Sumbersari. Bagi warga yang ingin berkunjung ke ruang sejarah ini, dikenai tiket masuk yang masih ramah di kantong.
Tiket masuk di sini hanya Rp5000 saja untuk siswa, Rp10.000 untuk umum, dan Rp100.000 bagi turis mancanegara. Pengunjung bisa mendapatkan tiket dari resepsionis depan museum ini.
Konon rumah sejarah ini terdiri atas dua lantai yang dibangun pada tanggal 1 Juli 2014 silam, dengan gaya vintage yang memperlihatkan desain papan kayu dan ditambah koleksi daun tembakau kering juga turut menjadi hiasan dindingnya.
Di lantai satu museum ini, menyimpan berbagai jenis tanaman tembakau seperti tembakau kasturi dari besuki yang memiliki nilai jual hingga jutaan rupiah per kilo gramnya.
Selain itu, museum tembakau juga memaparkan sejarah secara terbuka, komunikatif dan informatif melalui kode QR yang menyajikan informasi secara tekstual untuk dikonsumsi para pengunjungnya.
Bukan hanya itu saja, tempat ini menyimpan miniatur gudang tembakau yang mengukir cerita dari peta pertanian tembakau di kota Jember.
Ada pun alat produksi pembuatan rokok tradisional yang masih diabadikan pada museum tersebut. Serta alat rajang manual dan pres rokok yang digunakan dalam sejarah pengolahan tembakau.
Peralatan produksi rokok ini memberikan daya tarik visual serta naratif melalui cerita industri tembakau. Keunikan dari museum ini telah mematahkan stigma masyarakat tentang produk tembakau.