Selain beringin, di tepi alun-alun ditanam pohon mangga atau pakel dan kweni. Pohon ini melambangkan pemuda dan pemudi yang telah akil balig dan memiliki keberanian atau wani.
Keindahan simbolik berlanjut di bagian utara alun-alun, tempat pohon gayam tumbuh rindang.
Bunganya yang harum akan melepaskan sari saat tertiup angin, menyebarkan aroma wangi.
Simbol ini menggambarkan kebahagiaan asmara, ketika segala sesuatu terasa menyenangkan.
Tak jauh dari sana, di sisi barat, terdapat kandang gajah yang kini telah direnovasi. Meski fungsinya berubah, bangunan ini tetap menjadi bagian dari cerita sejarah kawasan tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!