jelajah

Awas, 4 Pantangan Orang Jawa ini Sering Diabaikan: Duduk di Pintu Bisa Seret Jodoh, Makan Brutu Bikin Bodoh?

Jumat, 8 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi pantangan orang Jawa. (Pexels/Renda Eko Riyadi)

SketsaNusantara.id - Tradisi Jawa penuh dengan nasihat dan pantangan yang diwariskan turun-temurun.

Banyak di antaranya terdengar aneh atau tak masuk akal di zaman sekarang.

Namun, jika ditelusuri lebih dalam, sebagian besar menyimpan ajaran tentang etika, kesehatan, hingga kebijaksanaan hidup.

Baca Juga: 3 Spot Wisata Tema Jepang di Jember Jawa Timur, Belum Beruntung Bisa ke Luar Negeri Secara Langsung Bisa Jajal Ke Sini!

Beberapa pantangan ini masih sering terdengar, terutama saat anak-anak melakukan kebiasaan yang dianggap kurang sopan atau berisiko.

Tapi banyak pula yang mulai ditinggalkan karena dianggap sekadar mitos atau warisan masa lalu.

Berikut 4 pantangan dalam tradisi Jawa yang sering dilanggar, namun ternyata menyimpan makna penting di baliknya, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari video Youtube Keluarga Arif Dot Com.

Baca Juga: 3 Fakta Gunung Agropuro di Pulau Jawa, Jalur Hikingnya Gak Kaleng-Kaleng, Nomor Terakhir Bikin Pendaki Salfok!

1. Jangan Duduk di Atas Bantal, Nanti Bisulan?

“Aja lungguh ning duwur bantal, mundhak udunen.” Ini ungkapan Jawa yang artinya, jangan duduk di atas bantal, nanti bisulan. Tentu saja tidak ada hubungan ilmiah antara bantal dan bisul.

Namun, dalam budaya Jawa, bantal adalah tempat kepala yang merupakan simbol kehormatan. Duduk di atasnya dianggap tidak sopan karena menyamakan kepala dengan pantat.

Ini bukan sekadar soal posisi, tapi tentang penghormatan terhadap sesuatu yang dianggap mulia.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Air Terjun Cantik nan Eksotis di Jember Jawa Timur, Wajib Masuk Daftar Liburan Akhir Pekan

Melalui nasihat ini, orang tua mengajarkan pentingnya menjaga sopan santun, terutama terhadap benda-benda yang punya makna simbolik dalam budaya.

Halaman:

Tags

Terkini