SketsaNusantara.id - Warga Indonesia memang sudah sejak zaman dulu ahli mencampur dua jenis masakan yang berbeda menjadi kuliner unik dengan cita rasa baru. Salah satunya adalah rujak soto khas Banyuwangi yang diperkirakan muncul 1970-an.
Eits, jangan enek duluan saat membayangkan rujak dan soto digabung jadi satu. Rujak di sini merujuk pada rujak sayur.
Sambal petisnya yang pekat diaduk bersama kuah soto babat menciptakan rasa gurih-manis yang harmonis di lidah.
Bukan hanya soal kelezatan, makanan ini pun dekat dengan keseharian masyarakat Banyuwangi sehingga menyantapnya akan membawa mereka menyelami kenangan-kenangan lama.
Kebetulan di Jember, ada restoran rujak soto yang baru buka bulan Mei lalu tepatnya di Perumahan The Argopuro AB-14. Namanya Warung Jingkrak yang dimiliki oleh orang Banyuwangi asli, sehingga resep yang digunakan pun otentik rasanya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @kuliner_jember, rujak soto di sini menggunakan bumbu babat asli.
Sensasinya pun sesuai ekspektasi, yaitu gurih-manis yang seimbang dengan kuah yang agak pekat dan nikmat disantap selagi hangat.
Selain rujak soto, Warung Jingkrak juga punya dua menu andalan lain, yaitu rawon pecel dan nasi tempong.
Porsi dagingnya yang tidak pelit ditambah dengan sayuran komplit yang memenuhi piring makan, rawon ini cukup mengenyangkan perut saat lagi lapar-laparnya.
Bumbu pecel yang ikut dicampur bersama kuah rawon pun menyajikan rasa manis, daun jeruk, dan pedas hingga semakin menambah selera makan pengunjung.
Baik itu untuk menu rujak soto maupun rawon pecel, rupanya petisnya sama-sama baru dibuat saat pengunjung melakukan pesanan. Jadi, rasanya pun lebih segar di mulut.