SketsaNusantara.id - Di beberapa tempat di Indonesia, menjalankan kehidupan di atas air merupakan hal yang cukup lumrah bagi masyarakat. Misalnya Suku Bajau yang terkenal hidup nomaden di atas laut.
Di Kalimantan Timur, ada pula kelompok penduduk yang hidup dengan cara serupa, yaitu penghuni Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pemukiman mereka dibangun di atas Danau Melintang dan rawa-rawa.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kacong Explorer yang diunggah pada 10 Februari 2024, hanya ada sekitar 180 kepala keluarga menempati desa ini.
Sehari-harinya, penduduk Muara Enggelam mencari nafkah dengan mengandalkan bisnis UMKM olahan ikan air tawar seperti ikan diasap atau ikan asin kemasan. Biasanya, ikan-ikan dijejerkan untuk dijemur di atas jembatan panjang di pinggir desa.
Jembatan panjang yang mengitari desa itu ibaratnya seperti “jalanan” tempat sebagian warga melakukan aktivitas.
Di kedua sisinya, berbaris rumah warga, bangunan sekolah, hingga masjid terapung yang kokoh menyangga kehidupan mereka. Motor pun bisa lewat di atas sini.
Baca Juga: BRI Peduli Berdayakan Peternak Domba di Garut, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa Lewat Program TJSL
Kendati demikian, transportasi utama Muara Enggelam tetap menggunakan perahu. Sebab, sebagian besar lain dari perumahan desa dibangun di bawah jembatan dan lebih dekat dengan air. Biasanya, perahu-perahu warga akan diparkir di tepi jembatan sebelum masuk. Uniknya lagi, ada beberapa bengkel untuk perahu yang bisa ditemukan di desa ini.
Mungkin sulit membayangkan bagaimana masyarakat Muara Enggelam bisa hidup dengan tenaga listrik karena mereka hidup di atas air. Rupanya, desa ini mengelola listrik secara mandiri tanpa campur tangan PLN dengan menggunakan tenaga surya komunal.
Selain itu, ada juga instalasi air bersih dan pembuangan sampah khusus untuk menjaga kebersihan desa. Benar saja, perairan di desa ini masih terlihat jernih dan bebas dari sampah.
Ada pula beberapa warga yang mulai menekuni budi daya burung walet untuk mendongkrak perekonomian mereka.
Beberapa bangunan sarang walet yang tinggi dibangun bersanding dengan rumah-rumah.