Jumlah RT dan RW yang sangat bervariasi antar kecamatan bisa menjadi indikator ketimpangan kepadatan penduduk.
Dalam konteks pengelolaan pemerintahan lokal, hal ini menuntut strategi pelayanan yang tidak seragam, beberapa kecamatan mungkin memerlukan sumber daya dan tenaga kerja lebih banyak dibanding yang lain.
Distribusi ini juga mencerminkan beban kerja aparat desa dan perangkat RT/RW yang bisa berbeda jauh. Pemerintah daerah dituntut untuk tidak hanya memperhatikan jumlah, tetapi juga efektivitas pelayanan di masing-masing titik.
Secara keseluruhan, data ini memberikan gambaran bahwa Wuluhan menjadi pusat kepadatan sosial berbasis komunitas paling signifikan di Jember, dan menjadi wilayah strategis yang perlu perhatian lebih dalam pengembangan tata kelola masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!