SketsaNusantara.id - Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan rombongan ke Candi Borobudur, Jawa Tengah membuat publik kembali menyoroti mitos Kunto Bimo yang dipercaya banyak orang hingga saat ini.
Mitos ini menjadi salah satu penyebab banyaknya pengunjung candi Borobudur berbondong-bondong mencoba memegang arca Budha yang ada di dalam stupa.
Hal ini kemudian menjadi salah satu pertimbangan Balai Konservasi Borobudur membuat larangan menaiki stupa dan memegang arca.
Dalam akun TikToknya @konservasiborobudur, larangan tersebut diterapkan untuk mencegah aus pada permukaan padmasana.
Lantas mitos apa sih yang membuat para pengunjung bahkan Presiden Prancis Emmanuel Macron memasukkan tangannya ke dalam stupa?
Sebelumnya, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu Kunto Bimo.
Sejumlah sumber menyebutkan, Kunto Bimo berasal dari bahasa Jawa, di mana Kunto bermakna permintaan atau mendapatkan.
Sedangkan kata Bimo memiliki arti pantang menyerah.
Sehingga jika diartikan secara keseluruhan, Kunto Bimo bermakna pantang menyerah.
Istilah ini kemudian merujuk kepada mitos mengenai arca Budha di Candi Borobudur.