SketsaNusantara.id - Selama dua dekade, restoran Bandar Djakarta (Bandjak) senantiasa menyajikan kuliner seafood berkualitas untuk para penduduk dan wisatawan Kota Jakarta.
Restoran ini menjadi salah satu destinasi populer untuk acara makan-makan yang besar bersama keluarga, teman, kolega, maupun komunitas.
Saking ramainya, Bandar Djakarta sampai memiliki 5 outlet aktif yang menyebar di penjuru wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Bandjak pertama kali dibangun di Ancol, tepatnya di Jl. Pantai Indah No.7, Ancol. Lokasi ini membuatmu bisa menyantap seafood dengan nuansa yang lebih “alami” karena berada di tepi laut.
Setelah itu, ia bercabang ke Alam Sutera, Bekasi, Cirebon, dan yang paling baru di Pantai Indah Kapuk Dua (PIK 2).
Dengan mengusung konsep pasar ikan, restoran ini menyediakan variasi luas bahan-bahan masakan laut yang masih hidup dan langsung dimasak begitu dipilih. Karena itulah, kesegaran tiap bahan terjaga dengan baik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari podcast Synergy Resto di YouTube yang diunggah pada 6 Februari 2025, salah satu cara Bandjak menjaga kesegaran bahan lautnya terutama untuk cumi adalah dengan membekukannya langsung di kapal begitu ditangkap, bukan saat di darat.
Walaupun tiap cabang restoran punya desain bangunan yang berbeda, secara umum cara pemesanan makanan di Bandjak serupa. Pengunjung akan diarahkan ke area akuarium tempat menampung berbagai pilihan hewan laut maupun air tawar yang akan disantap.
Terserah mau pilih apa dan berapa jumlahnya, kecuali ikan-ikan yang sebelumnya sudah direservasi. Biasanya, ada label pemberitahuannya di dinding akuarium tersebut.
Harga tiap ekornya dihitung per 100 gram, jadi bahan-bahan yang sudah dipilih akan ditimbang untuk ditotal lebih dulu. Namun, ada juga yang dihargai per satuan.