SketsaNusantara.id - Pati tak hanya dikenal sebagai kota santri atau penghasil bandeng presto.
Di ujung utara kabupaten ini, tersimpan sebuah pantai yang mulai mencuri perhatian banyak pelancong. Namanya Pantai Banyutowo.
Pantai ini terletak di Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dahulu hanya dikenal sebagai pelabuhan kapal nelayan, kini pelan-pelan menjelma jadi destinasi wisata potensial.
Baca Juga: Menginap di Tengah ‘Hutan’ dalam Taman Bougenville Bandung, Wisata Keluarga Mewah dengan Vibes Eropa
Kombinasi keindahan alam, sejarah lokal, dan nama-nama besar dari Banyutowo menjadikan kawasan ini menarik untuk lebih dikenali.
Banyutowo adalah sebuah desa pesisir yang berada tepat di bibir utara Pulau Jawa.
Secara administratif, desa ini masuk dalam wilayah Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Letaknya yang strategis menjadikannya sebagai gerbang paling utara Pati yang langsung menghadap ke Laut Jawa.
Pantai Banyutowo dulunya hanyalah tempat berlabuh bagi kapal-kapal nelayan milik warga setempat. Namun seiring waktu, keindahan alamnya mulai menarik perhatian masyarakat luar.
Kini, pantai ini tak hanya dipadati oleh aktivitas nelayan, tapi juga dipenuhi pengunjung yang ingin menikmati panorama laut dan suasana khas kampung nelayan.
Jika dibandingkan dengan pantai lain di wilayah Pati seperti Pantai Idola atau Pantai Kertomulyo, Pantai Banyutowo memiliki daya tarik tersendiri. Lanskapnya alami, masih minim polusi wisata, dan suasananya tenang.
Garis pantainya membentang panjang, dan saat matahari terbit, pesona Pantai Banyutowo memunculkan keindahan yang tak kalah dari destinasi populer lainnya.
Namun yang membuat Banyutowo lebih istimewa bukan hanya keindahan alamnya. Kampung ini juga dikenal sebagai tempat kelahiran artis nasional Soimah Pancawati.