Baca Juga: Antisipasi Libur Panjang Waisak, KAI Kembali Operasikan Kereta Api Mutiara Timur
Tradisi ini mendapat pengawasan dari kepolisian dan disambut antusias warga. Tak hanya umat Buddha, warga muslim dan umat kristiani juga ikut memberikan sumbangan dan menyediakan tempat singgah untuk para bhikku.
Seperti yang diperlihatkan dalam video yang diunggah akun Instagram @youngbuddhistassociation, tampak para biksu thudong mengenakan jubah sambil membawa bendera enam garis warna Buddha disambut senyuman warga yang ikut memberikan semangat.
Rombongan biksu dipersilahkan singgah sementara di masjid dengan disediakan makanan dan minuman.
Selain itu, para biksu thudong juga dipersilahkan menginap hingga diberikan pelayanan rendam kaki selama singgah di Gereja di Kendal, Jawa Tengah.
Momen ini ditemui hampir tiap tahun yang mencerminkan toleransi antaragama yang kuat di Indonesia.
Dalam Pindapata, para biksu berjalan mengenakan jubah sederhana dan menerima makanan apa pun yang diberikan tanpa memilih yang melatih kerendahan hati dan pelepasan ego.
Bagi umat, tradisi ini adalah kesempatan untuk berbuat kebajikan (dana), memperoleh jasa spiritual, dan mempererat hubungan dengan sangha.
Makna Pindapata terletak pada simbiosis spiritual. Biksu memberikan ajaran dan kesempatan berbuat baik, sementara umat mendukung kehidupan sederhana biksu. Tradisi ini juga mengajarkan nilai kesabaran, kesederhanaan, dan saling menghormati.
Setelah Pindapata, rombongan biksu melakukan serangkaian upacara pada perayaan Waisak mula dari puja bakti di Candi Mendut, pengambilan Api Dharma dari Mrapen dan Air Berkah dari Umbul Jumprit hingga prosesi kirab menuju ke Borobudur.
Umat Buddha juga melakukan ibadah dan meditasi, lalu kemudian dilakukan pelepasan lampion yang melambangkan pencerahan.
Tradisi Pindapata tidak hanya memperkaya makna Waisak, tetapi juga menjadi teladan kebersamaan dalam keberagaman, menginspirasi kedamaian di tengah masyarakat Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini