jelajah

Apa itu Pindapata? Tradisi Para Biksu Jelang Waisak, Diwariskan Buddha Sejak Ribuan Tahun Lalu dan Dapat Sambutan Hangat Umat Antaragama di Indonesia

Senin, 12 Mei 2025 | 07:30 WIB
Potret tradisi Pindapata yang dilakukan menjelang Hari Raya Waisak, rombongan biksu melakukan perjalanan dan menerima bantuan makanan dari para umat (Instagram/viharasukjai_sailendra)

Baca Juga: Antisipasi Libur Panjang Waisak, KAI Kembali Operasikan Kereta Api Mutiara Timur

Tradisi ini mendapat pengawasan dari kepolisian dan disambut antusias warga. Tak hanya umat Buddha, warga muslim dan umat kristiani juga ikut memberikan sumbangan dan menyediakan tempat singgah untuk para bhikku.

Seperti yang diperlihatkan dalam video yang diunggah akun Instagram @youngbuddhistassociation, tampak para biksu thudong mengenakan jubah sambil membawa bendera enam garis warna Buddha disambut senyuman warga yang ikut memberikan semangat.

Rombongan biksu dipersilahkan singgah sementara di masjid dengan disediakan makanan dan minuman. 

Selain itu, para biksu thudong juga dipersilahkan menginap hingga diberikan pelayanan rendam kaki selama singgah di Gereja di Kendal, Jawa Tengah. 

Momen ini ditemui hampir tiap tahun yang mencerminkan toleransi antaragama yang kuat di Indonesia.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Memperingati Selamat Hari Raya Waisak 2025 Caption Spesial Penuh Harapan untuk Dibagikan sebagai Status di Medsos

Dalam Pindapata, para biksu berjalan mengenakan jubah sederhana dan menerima makanan apa pun yang diberikan tanpa memilih yang melatih kerendahan hati dan pelepasan ego.

Bagi umat, tradisi ini adalah kesempatan untuk berbuat kebajikan (dana), memperoleh jasa spiritual, dan mempererat hubungan dengan sangha.

Makna Pindapata terletak pada simbiosis spiritual. Biksu memberikan ajaran dan kesempatan berbuat baik, sementara umat mendukung kehidupan sederhana biksu. Tradisi ini juga mengajarkan nilai kesabaran, kesederhanaan, dan saling menghormati.

Baca Juga: Happy Vesak Day! Ini 12 Twibbon Ucapan Selamat Hari Waisak 2025, Peringati Perayaan Keagamaan Umat Buddha Tema Spesial 2569 BE

Setelah Pindapata, rombongan biksu melakukan serangkaian upacara pada perayaan Waisak mula dari puja bakti di Candi Mendut, pengambilan Api Dharma dari Mrapen dan Air Berkah dari Umbul Jumprit hingga prosesi kirab menuju ke Borobudur.

Umat Buddha juga melakukan ibadah dan meditasi, lalu kemudian dilakukan pelepasan lampion yang melambangkan pencerahan.

Tradisi Pindapata tidak hanya memperkaya makna Waisak, tetapi juga menjadi teladan kebersamaan dalam keberagaman, menginspirasi kedamaian di tengah masyarakat Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini