SketsaNusantara.co.id - Padatnya kota Jakarta bisa membuat siapa saja merasa jengah dan pengap, terlebih jika hanya ada gedung pencakar langit yang mengelilingi.
Nah, bagi warga Jakarta Utara yang ingin mencicipi pemandangan asri dan udara segar alami bisa mendatangi Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk di daerah Pantai Kapuk.
TWA ini merupakan salah satu wujud upaya pelestarian mangrove sekaligus objek wisata yang menyediakan fasilitas edukasi, atraksi, hingga berbagai aktivitas menarik lainnya.
Baca Juga: Mei 2025 Penuh Libur? Ini Daftar Long Weekend dan Saran Cuti Terbaik
Akan tetapi, sebelum jadi destinasi wisata seperti sekarang, TWA ini dulunya cuma hutan biasa.
Jika menyusuri sejarah TWA Mangrove ini, kita akan terlempar jauh hingga ke masa kolonial Belanda pada awal abad 20. Tepatnya pada tahun 1928, pemerintah Belanda menetapkan kawasan ini sebagai Hutan Negara resmi.
Hutan tersebut tidak serta merta disulap jadi konservasi mangrove. Sekitar 90% dari kawasan hutan sempat menjadi area tambak ikan sekitar tahun 1960, lalu ditetapkan pemerintah sebagai Taman Wisata Alam pada tahun 1995.
Orang yang berjasa mengusulkan gagasan untuk mengubahnya menjadi suaka mangrove adalah Almarhumah Murniwati Harahap, direktur PT. Murindra Karya Lestari pada tahun 1997.
SketsaNusantara.id menyadur dari Instagram @twa_mangrove, Ibu Murniwati menerima izin untuk mengembangkan TWA Angke Kapuk menjadi kawasan wisata dan edukasi mangrove sebagai salah satu usahanya dalam melakukan restorasi jenis tanaman tersebut.
Perjalanan yang dia lalui bersama para timnya telah membuahkan hasil. TWA Mangrove terus ramai dikunjungi berbagai kalangan dari berbagai tempat pula, tidak terbatas untuk orang-orang Jakarta saja.
Baca Juga: Bakmi Roxy Cikini Jakarta, Lezat dan Nikmat meski Harus Berkipas-kipas Menahan Panas
Bagi yang tertarik berkunjung, beraneka ragam aktivitas seru siap menyambut dan memuaskan rasa penasaran itu.
Pertama-tama, staycation jadi salah satu pilihan populer bagi mereka yang ingin coba menginap dengan nuansa alam yang asri. Semua villa yang ada di sini terbuat dari bahan kayu, sehingga memberi kesan tradisional dan romantis.